linux-single-bootKenapa saya mengambil judul seperti di atas? Secara umum kita harus mendukung program pemerintah yaitu tidak menggunakan barang ILEGAL. Maksudnya adalah gunakanlah sistem yang berlisensi dan dapat dipertanggung jawabkan. Mungkin dari kalian masih banyak yang menggunakan [maaf] sistem operasi bajakan. Untuk itu saya mengajak kalian untuk selalu menghormati hak cipta seseorang. Jangan sampai kalian juga merasakan hal yang sama seperti yang mempunyai hak cipta karena di curi lisensinya.

Pada sesi kali ini saya mencoba memberikan pengetahuan saya yang mungkin bisa kalian dapatkan dari sini. Walaupun sudah ada artikel atau bacaan lain yang sama, namun sebagai referensi diri sendiri selain itu juga untuk para pengunjung yang setia di web ini.

Persiapan dulu.

  • Buat Live CD Linux maupun booting lewat Flashdisk. Jika belum punya file iso Linux unduh lah lebih dulu.
  • Back up data yang ada di sistem target penghapusan. Langkah ini sangat diperlukan agar memperkecil kemungkinan data penting tidak hilang begitu saja.
  • Yang paling penting adalah berdoa dan lakukan dengan teliti jangan tergesa-gesa.

Langsung ke target penghapusan

Bootinglah melalui Live CD Linux yang sudah dibuat melalui CD maupun flashdisk. Tergantung selera masing-masing. Masuk lah dengan mode Live sesuai dengan jenis Linux yang sudah terinstal di komputer kalian. Jangan sampai berbeda jenis Linux, pastinya tidak akan berhasil.

Proses yang paling penting ada di sini yakni menghapus partisi windows dan membuat partisi ulang. Gunakanlah Gparted jika ada, atau bisa juga menggunakan Disk manage drive. Hati-hati dalam memilih partisi. Jika salah dalam memilih target partisi tentunya akan gagal total. Jika kalian ragu urungkan lebih dulu dan catat partisi target dengan boot seperti biasa.

Jika sudah tahu posisi partisi windows, hapus saja partisi tersebut dan buat ulang. Bisa kalian pilih jenis partisi yang akan dibuat yakni Ext4 (logical) atau NTFS maupun Fat32. Setelah itu buka terminal consol dan masuk ke sistem root.

$sudo su

#fdisk -l

[akan ditampilkan seluruh jenis partisi terkahir seperi ini]

Device Boot Start End Blocks Id System

/dev/sda1 * 2046 193546239 96772097 5 Extended

/dev/sda2 193548288 486518783 146485248 7 HPFS/NTFS/exFAT

/dev/sda3 486518784 779489279 146485248 7 HPFS/NTFS/exFAT

/dev/sda4 779489280 976773167 98641944 7 HPFS/NTFS/exFAT

/dev/sda5 2048 48828415 24413184 83 Linux

/dev/sda6 56829952 105652223 24411136 83 Linux

/dev/sda7 105654272 154482687 24414208 83 Linux

/dev/sda8 154484736 193546239 19530752 83 Linux

/dev/sda9 48830464 56821759 3995648 82 Linux swap / Solaris

Misalkan target Linux ada di partisi /dev/sda7 kita mount partisi tersebut dan instal grub Linux target pada /dev/sda bukan pada dev/sda7 atau yang lainnya. Caranya yakni:

Baca Bismillah lebih dulu

#mount /dev/sda7 /mnt

#grub-install --root-direktory=/mnt/ /dev/sda

Tungu sampai proses berhasil, dan restart komputer kalian. Untuk kali ini seharusnya sudah berada di posisi grub linux sistem yang terinstal di partisi /dev/sda7.

Kemungkinan kesalahan atau gagal.

Posisi target lokasi partisi linux salah. Jika hal ini terjadi mungkin akan terlihat hanya tulisan grub> pada saat booting. Jangan khawatir dan panik lakukan lagi seperti cara di atas, jika partisi tersebut salah cari partisi lain yang terdapat sistem Linux.

Saya pernah mengalami seperti ini, dan di coba lagi akhirnya berhasil. Tetapi cara di atas adalah cara yang sudah berhasil versi saya. Untuk kemungkinan gagalnya proses diatas karena perbedaan lokasi dan nama partisi setiap komputer. Yang terpenting adalah lakukan dengan hati-hati, jangan tergesa-gesa dan tetap teliti.

Iklan